Blog ini menampilkan Koleksi Barang Koeno
Mulai saat ini untuk mendapatkan barang kuno lainnya silakan kunjungi juga WARUNG KUNO
Sementara bagi para kolektor dan pecinta sepeda onthel dapat mengakses WARUNG ONTHEL
Semua blog diatas masih berada dalam layanan satu atap dengan Griya Kuno.
Terima kasih atas kunjungan anda.
Mulai saat ini untuk mendapatkan barang kuno lainnya silakan kunjungi juga WARUNG KUNO
Sementara bagi para kolektor dan pecinta sepeda onthel dapat mengakses WARUNG ONTHEL
Semua blog diatas masih berada dalam layanan satu atap dengan Griya Kuno.
Terima kasih atas kunjungan anda.
Tampilkan postingan dengan label Iklan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iklan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 26 Maret 2011
Kamis, 27 Januari 2011
Kamis, 20 Januari 2011
Minggu, 20 Desember 2009
Sabtu, 17 Oktober 2009
Gelas Iklan Teh
(Kode GK 81)
Pulang mudik dari Magelang saya dapat oleh-oleh barang ini, Gelas iklan teh tjap Kepala Djenggot. Saya ambil dari tempat ibu saya di Magelang saat mudik lebaran tempo hari.Sewaktu saya berkunjug ke rumah Ibu saya, seperti biasa ibu membuatkan saya air minum. Kali ini berupa segelas sirup, sepontan saya langsung terkesima melihat suguhan Ibu yang satu ini. Bukan isi gelasnya melainkan gelas yang dipakai untuk menyuguhi saya berupa gelas iklan dengan tulisan ejaan jadul. Saya coba amati dan saya baca ternyata sebuah gelas hadiah dari teh tjap Kepala Djenggot.
Tulisan "Teh tjap Kepala Djenggot" dan "HARUM BAUNJA SEDAP RASANJA" itulah yang menarik perhatian saya tempo hari saat Ibu menyuguhkan minimuan didepan saya, serasa berada di tahun-tahun tempoe doloe alias djaman doloe... 
Menurut ibu saya gelas itu justru datang dari Solo. Lantas ibu menjelaskan sejarah gelas itu hingga sampai di tangan Ibu. Saat itu ibu saya membeli teh tjap Kepala Djenggot produksi PT Gunung Subur. Didalam bungkus teh terdapat kupon yang dapat ditukar di warung terdekat berupa gelas. Nah gelas inilah hasil penukaran kupon yang ada didalam teh produksi PT Gunung Subur Solo. Mendengar penjelasan Ibu kalau gelas ini adalah hadiah dari kupon pabrik teh PT Gunung Subur Solo maka saya lantas teringat dengan teman saya yang bekerja di pabrik tersebut.
Menurut ibu saya gelas itu justru datang dari Solo. Lantas ibu menjelaskan sejarah gelas itu hingga sampai di tangan Ibu. Saat itu ibu saya membeli teh tjap Kepala Djenggot produksi PT Gunung Subur. Didalam bungkus teh terdapat kupon yang dapat ditukar di warung terdekat berupa gelas. Nah gelas inilah hasil penukaran kupon yang ada didalam teh produksi PT Gunung Subur Solo. Mendengar penjelasan Ibu kalau gelas ini adalah hadiah dari kupon pabrik teh PT Gunung Subur Solo maka saya lantas teringat dengan teman saya yang bekerja di pabrik tersebut.
Sesampainya di Solo saya coba bertanya kepada sahabat saya yang kebetulan pernah bekerja di PT Gunung Subur. Ternyata PT Gunung Subur memang pernah mengeluarkan hadiah tersebut beberapa tahun yang lalu. Masih menurut sahabat saya yang pernah bekerja di Pabrik tersebut, dia mengatakan bahwa Pabrik tehnya dulu tidak hanya memproduksi teh tjap Kepala Djenggot tapi juga teh tjap Gardoe. dll
Rabu, 09 September 2009
Panflet Film "Losmen"
Bila anda ingat PBB, ini dia panflet filmnya. PBB bukan Perserikatan Bangsa-bangsa, juga bukan Persatuan babu-babu, dan tentunya bukan pula Pajak Bumi dan Bangunan.
Sebuah film yang berasal dari drama dengan judul yang familiar saat itu LOSMEN. Semula saya sering lihat sinetron ini (saat itu saya menyebutnya bukan sinetron tapi drama) di station tv TVRI Yogyakarta. Losmen Bu Broto yang sangat familiar sebab saat itu sinetron dan televisi belum semarak seperti saat ini. Siaran televisi hanya dapat di lihat waktu sore hingga tengah malam, kecuali hari minggu dapat di nikmati sejak pagi hari. Dan tentunya hanya ada satu stasiun televisi yaitu TVRI. Maka tidak heran kalau ada sinetron menjadi digandrungi dan populer. Losmen Bu Broto yang akhirnya difilmkan dengan judul PENGINAPAN BU BROTO ini diperankan oleh beberapa artis senior seperti: Mang Udel, Mieke Wijaya, Matias Muchus, Ida Leman, Chintami Atmanegara, Dewi Yul, E'eng, Zaenal Abidin, Agus Melasz, Sutopo, Arie Sandjaya dll serta bintang tamu Marissa Haque.
Memang cuma sebua panflet atau selebaran. Diamana saat itu dimaksudkan untuk mengiklankan sebuah film yang bakal tayang di bioskop tertentu. Hanya saja panflet yang semestinya sudah menjadi benda usang dan sekali pakai ini menjadi bernilai tinggi lantaran kelangkaannya.
Coba saja anda bayangkan sebuah panflet yang hanya ditempel di dinding atau hanya disebarkan begitu saja ternyata ada yang masih menyimpannya dan merawatnya. Ternyata dikemudian hari panfelt ini memiliki cerita masa lalu tersendiri. Seolah bercerita tentang kejadian tempoe doeloe dan serasa kembali ke jaman doloe.
Langganan:
Postingan (Atom)