Lampu teplok disebutnya demikian karena lampu ini di templok di tembok (ditempel di dinding). Teplok seperti ini cukup familiar bagi saya lantaran lampu ini yang selalu setia menemani belajar malam saya dulu. Sebenarnya listrik PLN sudah masuk ke desa saya, hanya saja rumah saya measang intalasi listrik agak belakangan ketimbang tetangga-tetangga. Maka dari itu teplok ini andalan saya di waktu malam.
Tidak lantas dibuang begitu saja, artinya sesudah aliran listrik ada dirumah saya teplok ini masih tetap menjadi andalan tatkala listrik PLN padam. Kurang begitu paham saat itu, sering listrik di desa padam, memang ada pemadaman bergilir atau lantaran ada kendala pohon tumbang dll, yang jelas jikalau listrik padam maka teplok ini masih tetap berguna menerangi ruagan rumahku.
Tidak lantas dibuang begitu saja, artinya sesudah aliran listrik ada dirumah saya teplok ini masih tetap menjadi andalan tatkala listrik PLN padam. Kurang begitu paham saat itu, sering listrik di desa padam, memang ada pemadaman bergilir atau lantaran ada kendala pohon tumbang dll, yang jelas jikalau listrik padam maka teplok ini masih tetap berguna menerangi ruagan rumahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar